Selasa, 01 Januari 2019

PENULISAN EKONOMI KOPERASI MINGGU 6 "KINERJA KOPERASI"

PENULISAN EKONOMI KOPERASI
KINERJA KOPERASI
MINGGU 6
Mochamad Razak R
3EA27
14216453


Dari makalah yang sudah saya baca pengukuran kinerja adalah proses di masa organisasi menetapkan parameter hasil untuk dicapai oleh program, investasi, dan akuisisi yang dilakukan. Proses pengukuran kinerja seringkali membutuhkan penggunaan bukti statistik untuk menentukan tingkat kemajuan suatu organisasi dalam meraih tujuannya. Tujuan mendasar di balik dilakukannya pengukuran adalah untuk meningkatkan kinerja secara umum.

Anggota koperasi merupakan pemilik dan juga pengguna jasa koperasi dalam koperasi ada pula anggota luar biasa. Dikatakan luar biasa bila persyaratan untuk menjadi anggota tidak sepenuhnya dapat dipenuhi seperti yang ditentukan dalam anggota dasar.
1.      Syarat Keanggotaan Koperasi
a.       Setiap warga negara Indonesia (WNI) yang mampu melakukan tindakan hukum                             atau badan hukum koperasi yang memnuhi persyaratan.
b.      Menerima landasan dan asas koperasi
c.       Bersedia melakukan kewajiban-kewajiban dan hak-haknya sebagai anggota.

2.      Sifat keanggotaan koperasi:
a.       Terbuka dan sukarela.
b.      Dapat diperoleh dan diakhiri setelah syarat-syarat dalam anggaran.
c.       Tidak dapat dipindahtangankan.

3.      Berakhirrnya keanggotaan Koperasi Keanggotaan koperasi dinyatakan beakhir                              apabila seperti berikut ini.
a.       Meninggal dunia
b.      Meminta berhenti karena kehendak sendiri.
c.       Diberhentikan pengurus karena tidak memenuhi syarat keanggotaan.

4.      Kewajiban Anggota Koperasi Tercantum dalam Pasal 20 UU No. 25 Tahun 1982                             Berikut ini kewajiban bagi anggota koperasi.
a.       Mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta keputusan yang telah                       disepatkati rapat anggota.
b.      Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan koperasi.
c.       Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan atas asas                                         kekeluargaan.

5.      Hak Anggota Koperasi Menurut Pasal 20 UU No. 25 Tahun 1992 Selain mempunyai                       kewajiban, anggota juga mempunyai hak seperti berikut ini.
a.       Menghadiri dan menyatakan pendapat serta memberikan suara dalam rapat                                   anggota.
b.       Memilih dan atau dipilih menjadi anggota pengurus atau pengawas
c.       Meminta diadakan rapat anggota menurut ketentuan dalam anggaran dasar.
d.       Mengemukakan pendapat atau saran kepada pengurus di luar rapat anggota baik                           diminta maupun tidak diminta.
e.       Memanfaatkan keterangan mengenai perkembangan yang sama antara anggota.

f.        Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan koperasi menurut ketentuan                            dalam anggaran dasar.

Pengukuran kinerja adalah proses dimana organisasi menetapkan parameter hasil untuk dicapai oleh program, investasi, akuisisi yang dilakukan. Proses pengukuran kinerja sering kali membutuhkan penggunaan bukti statistik untuk menentukan tingkat kemajuan suatu organisasi dalam meraih tujuannya. Tujuan mendasar di balik dilakukannya pengukuran adalah untuk meningkatkan kinerja secara umum. Dalam pengukuran kinerja terdapat beberapa prinsip-prinsip yaitu:
1. Seluruh aktivitas kerja yang signifikan harus diukur.
2. Pekerjaan yang tidak diukur atau dinilai tidak dapat dikelolal karena darinya tidak ada                      infomasi yang bersifat obyektif untuk menentukan nilainnya.
3. Kerja yang tak diukur sebaiknya diminimalisir atau bahkan ditiadakan.
4. Keluaran kinerja yang diharapkan harus ditetapkan untuk seluruh kerja yang diukur.
5. Hasil keluaran menyediakan dasar untuk menetapkan akuntabilitas hasi alih-alih                              sekedar mengethui tingkat usaha.
6. Mendefinisikan kinerja dalam artian hasil kerja semacam apa yang diinginkan adalah                      cara manajer dan pengawas untuk membuat penugasan kerja operasional.
7. Pelaporan kinerja dan analisis variasi harus dilakukan secara periodik.
8. Pelaporn yang kerap memungkinkan adanya tindakan korektif yang segera dan tepat                     waktu.
9.Tindakan korektif yang tepat waktu begitu dibutuhkan untuk manajemen kendali yang                     efektif.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar